Skip to main content

Hujan Bintang

Suatu hari yang dingin, seorang gadis kecil berjalan sendirian, sambil makan sepotong roti. Seorang wanita tua mendekatinya dan memninta sedikit makanannya. Tanpa ragu, gadis kecil itu memberikan semua sisa rotinya. "Ambil saja.", katanya dan terus pergi.


Tidak lama kemudian, gadis itu bertemu anak lelaki kecil yang memegangi kepalanya dan menangis. "Ada apa?", tanyanya. "Aku kedinginan, sangat kedinginan," tangis anak lelaki itu. "Aku tidak punya penutup kepala." Jadi gadis itu emmberinya selendang untuk membungkus kepalanya.


Sedikit lebih jauh lagi, ia bertemu gadis kecil alinnya bahkan tidak memakai jaket, jadi ia memberikan jaket yang dipakainya,  Lalu ia memberi gaunnya pada gadis lain yang tidak punya, dan ia terus berjalan tanpa bagju.

 Akhirnya ia hanya memakai pakaian dalamnya. Tapi kemudian gadis miskin lain datang padanya  dan berkata: "kau selalu bisa pulang kerumah yang hangat. Aku tidak punya apa apa untuk menghangatkan aku. Karna sekarang sudah gelap dan tidak ada yang bisa melihatmu, aku mohon berikanlah baju dalammu." Dan gadis itu melakukannya.


Tepat pada saat itu, semua bintang di langit turun dan mereka membungkus gadis kecil itu dengan jubah berkilauan; bulanpun turun untuk hinggap di kepalanya bagai mahkota, dan dua berkas sinar matahari turun dari matahari jingga dan membungkus tangannya seperti sarung tangan dari wol terbaik.

Comments

Post a Comment

Komentar anda adalah suatu yang berharga ...

Popular posts from this blog

Hargo Dumilah tanggal 9 Maret 2026

10 Maret 2026. Aku melihat secarik kertas yang tergeletak di Kasur. Itu surat wasiat ke-5 yang tidak aku gunakan. Isinya kurang lebih masih sama dengan yang pertama, dengan pertambahan apa dan yang jangan dilakukan setelah aku tiada. Hari ini aku robek dan kupastikan tidak bisa dibaca siapa-siapa. Setelah itu aku duduk di meja kayu kost ini dan mulai menulis. Aku bersyukur atas seluruh nikmat yang Tuhan berikan sampai detik ini. Jatah nyawa masih banyak, Tuhan masih mau aku ada di dunia. Masih ada pekerjaan besar yang menunggu, nubuat baik yang aku aminkan. Ini ceritaku saat pendakian Lawu tanggal 8 maret lalu. Awal bulan Maret aku dikejutkan dengan banyak hal. Pekerjaan di kantor yang seperti tiada berakhir, masalah batin tentang keluarga yang tidak kunjung usai, pertemanan yang penuh tanda tanya, dan lain sebagainya. Jenuh dengan kondisi seperti itu, aku memerintahkan hatiku untuk beristirahat. Aku yang sedang rebahan di senin malam yang hujan, mengambil hp dan segera menggeled...

Keliling Dunia?

Umm, well ... tadi ngga sengaja, waktu bersih bersih ... Aku nemu sebuah buku, kata kakak itu Novel, tapi lihat isinya itu pasti bukan novel (yang bego aku ato kakaku ya?) Disitu dijelaskan seorang wanita backpaker keliling dunia ... Wuiiihhh, kayaknya seru banget bisa melakukan kegiatan seru diluar sana ... Ngga cuman duduk di depan komputer, bengong nunggu e-mail dari temen masuk, ato sekedar maen game, ya kaya aku sekarang. Yah, just says ... Bye!

My Acne Story

Hai semua, langsung aja ya aku mau share ke kalian skin care aku selama ini. Fyi, semenjak SMP kelas 3 aku sudah kena masalah kulit yaitu jerawat, walaupun masih kecil-kecil jadi gak begitu ganggu makanya aku biarin aja, nah baru deh SMA baru kotar katir kebingungan hehe. Ini foto waktu awal Februari 2018, jerawat lagi parah parahnya. Jerawatnya besar, merah, meradang, lama banget kempesnya, dan waktu kempes jadi item banget. Jelek gitu ish. Sudah lumayan banyak produk yang sudah aku pakai dan hasilnya kurang memuaskan :( dan akhirnya di akhir tahun 2018 akhirnya kulitku bisa sangat jauh mendingan dan jerawat cuman muncul saat lagi menjelang haid atau lagi stress berat, itupun cuman 1 atau 2. Trus sekarang aku pakai apa aja untuk merawat wajah unyuku ini? Pagi hari, biasanya aku langsung minum air putih segelas biar bener bener bangun, trus kalau misalnya hari sabtu atau hari libur atau misalnya ga ngapa ngapain seharian, biasanya aku gak cuci muka pakai sabun, bila...